Kamboja Fosil, Selain Indah Bunganya, Juga Berkhasiat sebagai Obat Tradisional

  • July 16, 2020

Pohon Kamboja Fosil   identik dengan tanaman yang ditanam di kuburan. Namun, ada banyak rumah elit yang menggunakannya sebagai tanaman hias. Di balik bunganya yang indah, ternyata Pohon Kamboja Fosil   menawarkan banyak manfaat sebagai obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit.

Kamboja Fosil, Selain Indah Bunganya, Juga Berkhasiat sebagai Obat Tradisional

Pohon Frangipani dengan nama Latin Plumeria ditemukan oleh seorang ahli botani Prancis bernama Charles Plumier. Dan Pohon Kamboja Fosil  , yang pohonnya setinggi 3 meter, tidak memiliki koneksi ke negara Kamboja Fosil , karena bunga ini berasal dari Amerika Tengah.

Pohon Kamboja Fosil , daun bergetah yang mengandung banyak senyawa kimia, termasuk asam plumerat, asam serotinat, plumierid dan agoniadine. Senyawa kimia ini dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Kulit pohon Kamboja Fosil  mengandung resin dan asam plumeria. Dan akar dan daunnya mengandung saponin, polifenol, alkaloid, dan juga fenetil alkohol. Hampir semua bagian pohon Kamboja Fosil  mengandung senyawa fulvoplumierin yang ditemukan di hampir semua bagian tanaman ini. Mereka berguna untuk mencegah disentri, radang saluran pernapasan, TBC dan hepatitis.

Tanaman Kamboja Fosil  atau yang dikenal dengan nama latin Plumeria adalah salah satu tanaman yang aslinya yang berasal dari Wilayah Amerika Tengah. Dengan nama ilmiah nya adalah Plumeria yang mana nama ini diambil dari nama seorang ahli botani yang berasal dari negara Perancis yaitu Charles Plumier.

Meskipun berasal dari luar negeri, tanaman Kamboja Fosil  sampai saat ini juga masih sering masif banyak ditemukan di Indonesia terutama di Provinsi Bali.

Dan hampir di setiap sudut Pulau Bali terdapat tanaman Pohon Kamboja Fosil  Fosil , karena memang keberadaan tanaman ini sangat erat dengan kebudayaan masyarakat setempat. Jual Kamboja Fosil

Sedangkan untuk di daerah lain yang masih bermukim di Indonesia,tanaman Pohon Kamboja Fosil  Fosil  ini sangat banyak ditemukan tumbuh bebas di daerah pemakaman dan digunakan untuk peneduh atau sebagai wujud tanda area makam.

Tanaman Kamboja Fosil  untuk pertama kali ketika mulai masuk ke negara Indonesia,yang notabene masuk pada masa penjajahan Portugis dan Belanda. Tanaman Kamboja Fosil  ini sangat mudah tumbuh bebas di berbagai daerah dengan ketinggian yang tidak lebih dari 700 meter di atas permukaan laut. 

Tanaman Kamboja Fosil  ini merupakan tanaman yang bisa beradaptasi dengan cukup baik dan bekerja secara produktif di berbagai tempat dan tentunya tidak membutuhkan iklim tertentu untuk dapat berkembang biak. Meskipun dikenal dengan bunga yang banyak ditemukan di daerah pemakaman, Kamboja Fosil  kini menjadi salah satu tanaman hias yang banyak dimiliki dan dikoleksi oleh para pecinta tanaman.

Tanaman Kamboja Fosil  atau plumeria memiliki adalah tanaman yang mempunyai ciri-ciri yang cukup berbeda dengan bunga lainnya. Tanaman Kamboja Fosil  ini dominan sekali berbentuk seperti pohon dengan tinggi sekitar 1,5 sampai 6 meter dan memiliki berbagai macam warna bunga seperti merah, kuning, dan putih, tergantung dengan jenis kultivar plumeria apa yang hendak akan anda tanam. Kali ini kami akan sedikit memberikan sebuah rincian klasifikasi beserta ciri-ciri tanaman Kamboja Fosil :

Klasifikasi Tanaman Kamboja Fosil 

Nama latin dari tanaman Kamboja Fosil  adalah plumeria, yang mana hal ini dibagi dengan berbagai macam varietas seperti plumeria rubra, abtusa, dan alba. Klasifikasi plumeria atau Kamboja Fosil  adalah:

  • Kingdom: Plantae
  • Sub kingdom: Viridiplantae
  • Super divisi: Streptophyta
  • Intra kingdom: Embryophyta
  • Divisi: Tracheophyta
  • Kelas: Spermatophytina
  • Ordo: Magnoliopsida
  • Famili: Gentianales
  • Genus: Plumeria
  • Spesies: Plumeria sp

Ciri-ciri Tanaman Kamboja Fosil 

Tanaman Kamboja Fosil  adalah tanaman yang memiliki berbagai macam jenis spesies yang tentu saja semuanya ini memiliki berbagai macam warna bunga dan juga mempunyai nama latin yang sangat berbeda pula,namun masih dalam satu keluarga, yaitu keluarga apocynaceae. Tanaman Kamboja Fosil  ini merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan sangat baik ketika berada pada suhu tropis atau sub tropis. Kamboja Fosil  juga tumbuh dengan cepat, berikut ciri-ciri tanaman Kamboja Fosil :

Batang

Tanaman Kamboja Fosil  merupakan tanaman yang memiliki batang yang cukup keras, dan tentu saja mempunyai bentuk yang bulat dan cenderung memanjang, memiliki cabang yang cukup banyak, bekas dudukan daun terlihat jelas, dan berwarna putih kehijauan. Selain itu, batang tanaman ini mampu tumbuh dengan cepat, dan kebal terhadap hama dan penyakit yang menyerang. Batang tanaman ini memiliki ketinggian sekitar 1,5 – 6 meter bahkan lebih tergantung dari jenis yang ditanam.

Daun Kamboja Fosil

Pohon Kamboja Fosil  adalah tanaman pohon yang memiliki bentuk daun tunggal, memiliki panjang 10-25 cm bahkan lebih, runcing di bagian pangkal, memiliki bagian tepi merata, tebal dan memiliki bentuk lonjong. Daun Kamboja Fosil  berwarna hijau muda dan hijau tua. Selain itu, daun tanaman ini memerlukan matahari yang cukup untuk memasak, menyimpan dan membuat cadangan makanan yang baru.

Pohon fosil Kamboja dulu identik dengan batu nisan karena benar-benar di daerah Jawa dan tumbuh liar di kuburan. Tetapi sekarang pohon fosil Kamboja telah menjadi prospek bisnis yang menguntungkan. Anak anjing Kamboja dapat dihargai di pasar dari 20 hingga 200 beberapa ribu, sehingga banyak orang membudidayakan jenis tanaman ini.

Ciri khas tanaman pohon Kamboja fosil tentu saja adalah kayu keras dan tinggi. Selain itu, tanaman pohon Kamboja Fosil  memiliki banyak cabang, termasuk tanaman yang dapat mencapai ketinggian lebih dari 6 meter.

Batang utama besar, memiliki cabang-cabang lunak dan cenderung melengkung dan kenyal. Dan untuk sifat-sifat daunnya, berwarna hijau, memiliki bentuk oval dengan dua ujung meruncing, dan terstruktur cukup keras, dengan urat-urat yang memiliki daun menonjol yang sering rontok, terutama ketika bunga-bunga tebal.

Berikut adalah manfaat yang bisa kita dapatkan dari pohon Kamboja Fosil  yang jarang kita perhatikan:

1. Pohon Kamboja Fosil  dapat digunakan untuk membuat teh.

Setelah kering, Pohon Kamboja Fosil   diseduh dengan air panas. Manfaatnya termasuk bahwa tubuh menjadi lebih rileks, menghilangkan stres dan dapat digunakan sebagai aromaterapi. Saat dimakan secara langsung, bunga tersebut secara efektif meredakan demam, berhenti batuk, menguras urin, mencegah pingsan, menghentikan diare dan lainnya.

2. Pohon Kamboja Fosil  untuk perawatan antibiotik dan perawatan sakit gigi

Daun Kamboja Fosil  menyimpan banyak jus. Jus tersebut mengandung alkaloid, tanin, flavonoid, dan triterpenoid, yang dapat digunakan sebagai antibiotik. Tanaman ini juga dikatakan sangat efektif dalam merawat gigi berlubang dengan menambahkan beberapa tetes getah Kamboja Fosil  ke gigi yang sakit dengan kapas. Dosisnya cukup 1-2 kali sehari.

3. Kamboja Fosil  untuk pengobatan bisul

Jika Anda terpapar bisul, silakan coba merawatnya dengan daun Kamboja Fosil . Cara memanaskan daun Kamboja Fosil  di atas api sampai layu, lalu gosok dengan minyak zaitun. Terus memasak selagi panas.

4. Kamboja Fosil  mengobati kaki bengkak

Selain bunga dan daun, akar dan batang Kamboja Fosil  juga bisa mengobati kaki bengkak dan tumit pecah-pecah. Mudah untuk dilakukan. rebus akar dan daunnya sampai mendidih, lalu tambahkan garam. Gunakan air rebusan daun, akar, dan garam untuk merendam kaki bengkak dua kali sehari.

Radatul

E-mail : radatul@gmail.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*