Wisata Religi Sekaligus Ibadah di Masjid Cheng Ho Kota Surabaya

  • June 11, 2020

Ketika delegasi PITI Kota Surabaya yang datang ke Surabaya menghadiri PITI Mukernas 2004 (Lokakarya Nasional untuk Panduan Iman Tauhid Islam) di Surabaya, mereka berkesempatan mengunjungi Masjid Cheng Ho di Surabaya pada Kunjungi Jalan Gading.

Untuk mengenang kejadian 10 tahun yang lalu, ketua Dewan Pimpinan Wilayah Surabaya (DPW) PITI H Ahmad Affandi mengatakan: Ketika dia kembali dari Surabaya, keinginan anggota PITI dari Surabaya, Cheng, juga ditanam Untuk membangun Masjid Ho. Kemudian manajemen setuju untuk membangunnya di Kota Surabaya. 

Wisata Religi Sekaligus Ibadah di Masjid Cheng Ho Kota Surabaya

Menurut Affandi, ketika mereka mengunjungi masjid Cheng Ho di Surabaya, mereka melihat bahwa masjid itu kecil dan tidak cukup besar. Maka kita bertekad membangun masjid Cheng Ho dengan bentuk yang lebih besar dan luar, katanya.

Dana awal sebesar Rp 175 juta diperoleh dari pertemuan anggota PITI di Surabaya. Pekerjaan selanjutnya adalah mencari tempat untuk membangun masjid. Saat dengar pendapat antara manajemen PITI dan gubernur Surabaya,beliau juga menawarkan tanah di Kompleks Perumahan Top di Jakabaring, yang dibangun oleh pengembang Amen Mulia.

Upacara peletakan batu pertama diadakan pada tahun 2005, di mana Wakil Presiden Jusuf Kalla ambil bagian. Dengan bantuan berbagai donor, termasuk pemerintah, pembangunan masjid Muhammad Cheng Ho akhirnya dibangun. Doa Jumat pertama dilakukan pada 22 Agustus 2008.

Sekarang masjid yang dikelola oleh Yayasan Masjid Cheng Ho Sriwijaya Surabaya penuh dengan berbagai kegiatan Islam. Juga di masjid ini ada banyak mualaf yang mengatakan dua kalimat Shahada sebagai tanda bahwa kepercayaan telah berubah menjadi seorang Muslim.

Menurut Ahmad Affandi, kegiatan kemakmuran masjid tidak pernah berhenti setelah keagungan masjid. Hal yang sama berlaku untuk konstruksi.

Rumah Tahfiz yang lebih besar dan rumah imam direncanakan akan dibangun di kompleks masjid PITI. Rumah Tahfiz nantinya akan menjadi tempat tinggal Hafiz masa depan yang akan dilatih untuk menjadi Hafiz. Mereka tinggal di rumah itu, termasuk Biaya dan kebutuhan sehari-hari yang ditanggung dan didanai oleh PITI, katanya.

Pembangunan Masjid Cheng Ho, juga dikenal sebagai Masjid Muhammad Cheng Ho di Surabaya, bertepatan dengan Isra ‘Miraj Muhammad SAW pada 15 Oktober 2001. Prosesnya memakan waktu satu tahun dan semua bagian tidak selesai sampai Oktober 2002. Masjid ini didirikan atas prakarsa para tetua, penasihat, dewan pengawas Imam Tauhid Islama (PITI), administrator Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Yayasan Jawa Timur, dan tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya.

Kompleks masjid dibangun di atas lahan seluas 3.070 m2. Kombinasi gaya Arab dan Cina menjadi ciri masjid ini. Arsitektur masjid terinspirasi oleh masjid Niu Jie di Beijing, yang dibangun pada tahun 996 M dan muncul di atap utama dan mahkota masjid. Sisa masjid ini menggabungkan gaya arsitektur Arab dan Jawa. Arsitek masjid Ho Cheng Surabaya adalah Abdul Aziz.

Setiap bagian dari bangunan masjid memiliki filosofi atau makna tersendiri. Bangunan utama 11 x 9 meter milik Majid Cheng Ho mengikuti panjang dan luasnya Ka’bah ketika dibangun oleh nabi Ibrahim 11 meter. Sedangkan ukuran 9 meter diambil dari jumlah orang suci (Wali Songo) yang melakukan penyebaran Islam di Jawa.

Pintu masuk ke masjid menyerupai pagoda dengan relief naga dan patung singa yang terbuat dari lilin, di mana Allah ditulis dalam huruf Arab di bagian atas pagoda. Di sisi kiri bangunan adalah drum yang sering digunakan untuk menandai waktu sholat tiba.

Bagian atas bangunan tiga lantai adalah pengaruh Hindu Jawa. Bentuknya segi delapan dan menyerupai pagoda. Dalam kepercayaan Cina, angka 8 berarti gemuk atau keberuntungan. Di serambi masjid ada lima anak Tangka, yang mewakili lima rukun Islam. Sedangkan enam langkah di masjid adalah rukun iman. Secara total, masjid Cheng Ho dapat menampung 200 orang percaya.

Radatul

E-mail : radatul@gmail.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*